BAU UMS dalam Penyelesaian Pembangunan SDMI Labschool UMS

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali membuktikan komitmennya dalam dunia pendidikan dengan meresmikan SD Muhammadiyah Internasional (SDMI) Labschool Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UMS di Pucangan, Kartasura, Jumat (14/3/2025). Keberhasilan ini tidak lepas dari peran penting Biro Aset Universitas (BAU) UMS, yang berperan besar dalam menuntaskan pembangunan gedung setelah sempat mangkrak selama bertahun-tahun. Pembangunan SDMI Labschool awalnya dirancang secara mandiri oleh FKIP UMS sebagai bagian dari inovasi pendidikan di lingkungan universitas. Namun, dalam perjalanannya, proyek ini mengalami kendala pendanaan sehingga sempat terhenti dalam waktu yang cukup lama. Melihat kondisi ini, Biro Aset Universitas (BAU) UMS turun tangan untuk memastikan kelanjutan pembangunan. Dengan dukungan penuh dari Pimpinan UMS, BAU mengoptimalkan pengelolaan aset universitas, menata ulang alokasi anggaran, serta mengawal proses konstruksi agar gedung bisa selesai dan difungsikan sebagaimana mestinya. Keberhasilan BAU dalam menyelesaikan pembangunan SDMI Labschool tidak lepas dari dukungan penuh Pimpinan UMS, terutama Rektor UMS, Prof. Sofyan Anif, M.Si. yang mendorong agar proyek ini bisa segera diselesaikan. “Kami sadar bahwa pendidikan dasar yang berkualitas harus didukung oleh infrastruktur yang memadai. Oleh karena itu, kami memberikan dukungan penuh kepada BAU untuk mengelola dan memastikan pembangunan SDMI Labschool berjalan dengan baik,” ungkap Prof. Sofyan Anif.

Sebagai unit yang bertanggung jawab atas aset dan infrastruktur universitas, BAU UMS memiliki peran strategis dalam menyukseskan pembangunan SDMI Labschool, di antaranya:

  1. Menjembatani Pendanaan
    BAU UMS bekerja sama dengan berbagai pihak dalam mengalokasikan sumber daya dan pendanaan agar proyek ini bisa berlanjut tanpa kendala finansial.

  2. Manajemen Konstruksi dan Aset
    BAU memastikan seluruh proses pembangunan berjalan sesuai rencana dan standar kualitas yang ditetapkan. Mereka juga melakukan pengawasan ketat agar gedung SDMI Labschool bisa segera difungsikan.

  3. Koordinasi dengan Pimpinan Universitas
    Dengan dukungan penuh dari pimpinan UMS, BAU melakukan koordinasi intensif dalam hal perencanaan dan penyelesaian proyek yang sebelumnya sempat terhambat.

  4. Penyelesaian Administrasi dan Regulasi
    Selain aspek teknis, BAU juga mengurus berbagai regulasi dan administrasi terkait pembangunan agar semua berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan selesainya pembangunan SDMI Labschool, UMS kini memiliki sekolah laboratorium yang dapat menjadi model bagi pendidikan dasar di Indonesia. Keberadaan sekolah ini memungkinkan para dosen dan mahasiswa FKIP UMS untuk menerapkan teori dan praktik secara langsung dalam sistem pembelajaran. Keunggulan SDMI Labschool yang menekankan pada religiusitas, penguatan matematika, serta penguasaan bahasa Inggris dan Arab, diharapkan mampu mencetak generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan. Keberhasilan Biro Aset Universitas UMS dalam menyelesaikan proyek ini menjadi bukti nyata bahwa pengelolaan aset yang baik, didukung dengan komitmen pimpinan universitas, dapat membawa dampak besar bagi kemajuan pendidikan. SDMI Labschool kini bukan hanya sekadar gedung, tetapi simbol dari dedikasi UMS dalam mencetak generasi emas bangsa.