
Pada tanggal 21-22 Januari 2025, Badan Aset Universitas (BAU) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kunjungan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka benchmarking pengelolaan sampah mandiri ramah lingkungan, dengan tujuan untuk mempelajari dan mengadopsi praktik-praktik terbaik dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kegiatan ini diawali dengan pemaparan materi mengenai pengelolaan sampah yang disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri, S.T. Dalam presentasinya, beliau menjelaskan berbagai inisiatif dan inovasi yang telah diterapkan oleh Kabupaten Banyumas untuk mengatasi permasalahan sampah. Salah satu yang menarik perhatian adalah bagaimana Kabupaten Banyumas berhasil mengelola limbah sampah menjadi bahan yang berguna dan ramah lingkungan.Widodo Sugiri menjelaskan bahwa Kabupaten Banyumas memiliki sistem pengelolaan sampah organik yang sangat efektif, di mana sampah-sampah organik diproses menjadi pupuk kompos dan pelet maggot. Proses ini dilakukan dengan melibatkan masyarakat setempat, yang kemudian dapat memanfaatkan hasil pengolahan sampah organik tersebut untuk keperluan pertanian dan peternakan.
Pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos tidak hanya mengurangi volume sampah yang terkirim ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan ekologis, terutama bagi para petani yang dapat menggunakan pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia. Sementara itu, pelet maggot yang dihasilkan dapat digunakan sebagai pakan ternak yang berkualitas, memberikan solusi yang berkelanjutan dalam pengelolaan limbah.Selain sampah organik, Kabupaten Banyumas juga mengelola sampah non-organik dengan cara yang inovatif. Sampah-sampah plastik dan bahan non-organik lainnya diproses menjadi paving block dan genteng. Teknologi ini memungkinkan sampah non-organik yang biasanya sulit terurai untuk didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat, sekaligus mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Proses pembuatan paving dan genteng ini melibatkan masyarakat setempat, yang tidak hanya memberikan keuntungan ekonomi tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya daur ulang sampah.
Setelah pemaparan materi, peserta kunjungan BAU UMS diberikan kesempatan untuk melakukan pendampingan lapangan langsung ke beberapa lokasi pengelolaan sampah di Banyumas. Mereka mengunjungi tempat pengolahan sampah organik menjadi kompos dan pelet maggot, serta fasilitas yang memproses sampah non-organik menjadi paving dan genteng. Pendampingan lapangan ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana proses pengelolaan sampah tersebut berjalan dan bagaimana masyarakat dilibatkan dalam setiap tahapannya.
Kunjungan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi BAU UMS untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan di kampus. Selain itu, diharapkan adanya peningkatan kesadaran di kalangan civitas akademika mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi dan pembelajaran dari Kabupaten Banyumas, UMS dapat mengimplementasikan metode pengelolaan sampah yang lebih efisien dan berkelanjutan, serta dapat mendorong komunitas kampus untuk lebih aktif dalam menjaga lingkungan. Dengan langkah-langkah konkret, diharapkan UMS dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.
Kunjungan BAU UMS ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas pada 21-22 Januari 2025 memberikan pembelajaran yang sangat berharga terkait pengelolaan sampah mandiri yang ramah lingkungan. Taufiq Hidayat, S.E. selaku Kepala BAU mengatakan bahwa kunjungan BAU UMS merupakan bentuk iri yang positif atas keberhasilan Kabupaten Banyumas mengelola sampah. “Kami (BAU UMS) ingin belajar, dan juga ingin berhasil seperti Kabupaten Banyumas. Kami ingin berfastabikhul khairat juga dalam pengelolaan sampah di lingkungan kami”. BAU berencana akan mengadaptasi dan menerapkan ‘ilmu sampah’ dari Banyumas ini di Universitas Muhammadiyah Surakarta, dengan visi agar Universitas Muhammadiyah Surakarta dapat menjadi contoh bagi institusi lainnya dalam menjaga kelestarian lingkungan dan memanfaatkan sampah sebagai sumber daya yang berguna.
(ayn618)
