BERGURU KE PATI, DARI SAMPAH JADI ENERGI LISTRIK

Kunjungan Biro Aset Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ke Jamaah Tani Muhammadiyah Pati: Pengelolaan Sampah Organik dan Teknologi Bioreaktor Kapal Selam

Pada tanggal 31 Januari hingga 1 Februari 2025, Biro Aset Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan kunjungan ke Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kunjungan ini bertujuan untuk belajar dan menggali lebih dalam mengenai inovasi pengelolaan sampah organik yang diterapkan di wilayah tersebut, khususnya melalui teknologi Bioreaktor Kapal Selam yang telah dibina oleh Majelis Lingkungan Hidup (MLH) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah.

Pengelolaan Sampah Organik oleh Jamaah Tani Muhammadiyah Pati

Taufiq, Kepala BAU UMS, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat tertarik untuk belajar lebih banyak mengenai cara mengelola sampah organik, terutama sampah daun dan ranting yang selama ini menumpuk. Dia menyatakan bahwa masalah sampah organik seringkali menjadi tantangan besar, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi, karena sulitnya pengelolaan dan dampak yang ditimbulkan.

Dalam usaha untuk mengatasi permasalahan tersebut, mereka tertarik untuk mempelajari bagaimana sampah organik—seperti daun, ranting, sisa makanan, dan bahkan kotoran manusia—dapat dikelola menjadi produk yang bermanfaat. Proses pengelolaan sampah ini akan menghasilkan pupuk padat dan cair, serta biogas. Biogas yang dihasilkan kemudian dapat dikonversi menjadi tenaga listrik yang digunakan untuk menggerakkan berbagai mesin , seperti lampu penerangan, pompa air, mesin sprinkler, dan mesin pupuk otomatis. Semua mesin ini dapat dioperasikan dengan sistem otomatisasi, baik melalui timer maupun aplikasi sistem informasi yang dapat dikontrol jarak jauh, sehingga meningkatkan efisiensi.

Dr. M. Sobri, pembina Jamaah Tani Muhammadiyah (JATAM) Pati, dalam sesi tanya jawab, memberikan pemaparan yang sangat relevan mengenai pengelolaan sampah organik. Beliau menegaskan bahwa kunci keberhasilan dalam pengelolaan sampah adalah adanya eksekutor yang berkompeten. Dalam hal ini, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memiliki Biro Aset Universitas (BAU) yang berpotensi besar untuk menjadi eksekutor utama dalam melaksanakan proyek-proyek lingkungan yang berkelanjutan seperti ini.

Namun, Dr. Sobri juga menekankan bahwa pemangku kebijakan di UMS harus memiliki komitmen yang kuat untuk mendukung dan mensponsori BAU UMS agar proyek-proyek tersebut dapat terlaksana dengan baik. Dalam percakapan tersebut, Dr. Sobri merasa yakin bahwa dengan komitmen yang tepat, BAU UMS dapat menjadi katalisator yang sukses untuk mengelola sampah organik dan menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Judie Artha, pemilik KOPI BERSAMAMU, juga berbagi pengalamannya tentang bagaimana mengubah sampah menjadi sumber pendapatan. Ia memaparkan konsep yang menggabungkan pertanian dan pengelolaan sampah dalam sistem yang saling mendukung. Misalnya, rumput ditanam untuk pakan domba. Domba yang dipelihara kemudian dijual, sementara kotoran domba yang terkumpul bisa digunakan untuk membuat pupuk organik dan pakan maggot. Maggot tersebut kemudian dijadikan pakan ayam, dan kotoran ayam bisa dijadikan pupuk untuk tanaman. Ayam yang dipelihara pun bisa dijual, sementara semua pupuk yang dihasilkan digunakan untuk merawat lahan rumput.

Dengan cara ini, segala limbah yang ada diolah dan dimanfaatkan, sehingga tidak hanya mengurangi jumlah sampah, tetapi juga menciptakan sumber uang yang berkelanjutan. Bahkan, lahan rumput yang ditanam untuk pakan ternak dapat dikembangkan menjadi tempat wisata yang menarik, membuka peluang untuk mendatangkan lebih banyak keuntungan.

Kunjungan Biro Aset UMS ke Jamaah Tani Muhammadiyah Pati membuka peluang untuk pengembangan teknologi dan manajemen berbasis lingkungan yang lebih baik. Teknologi Bioreaktor Kapal Selam yang telah diterapkan oleh MLH PWM Jawa Tengah di Pati menjadi contoh nyata bagaimana sampah organik dapat dikelola dengan cara yang ramah lingkungan, menguntungkan secara ekonomi, dan berkelanjutan.

Tantangan yang ada adalah bagaimana UMS dapat berperan sebagai pemimpin dalam inisiatif pengelolaan sampah dan lingkungan, dengan melibatkan Biro Aset Universitas (BAU) sebagai eksekutor yang handal. Melalui kolaborasi antara pihak universitas, masyarakat, dan pengusaha lokal seperti Judie Artha, pengelolaan sampah organik ini dapat menjadi model yang dapat diadopsi di banyak tempat.

Kunjungan Biro Aset Universitas Muhammadiyah Surakarta ke Jamaah Tani Muhammadiyah Pati pada tanggal 31 Januari – 1 Februari 2025 menjadi tonggak penting dalam upaya pengelolaan sampah organik yang lebih baik. Melalui inovasi Bioreaktor Kapal Selam, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi solusi bagi masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang menguntungkan. Dukungan dari Universitas Muhammadiyah Surakarta dan komitmen dari semua pihak terkait akan sangat menentukan keberhasilan program ini, yang diharapkan dapat menciptakan dampak positif bagi masyarakat, lingkungan, dan ekonomi lokal.
ayn618