Eko Liana – Menjaga Kampus Seperti Menjaga Rumah Sendiri

Kalau kita berjalan di kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta dan merasa nyaman — udara bersih, taman rapi, tak ada kabel semrawut atau suara gaduh yang bikin sesak — mungkin kita mengira itu hal biasa. Padahal tidak.

Di balik semua keteraturan itu, ada orang-orang yang bekerja bukan karena ingin dipuji, tapi karena merasa ini rumah kita bersama.

Salah satu di antaranya adalah Eko Liana, S.Sos. — pemimpin Subdirektorat Pengelolaan Kampus dan K3L, yang mengurus empat hal penting sekaligus: Keamanan, Keselamatan, Kesehatan, dan Lingkungan. Nama panjang. Tapi kerjaannya justru sunyi.

Karena menjaga kampus bukan sekadar menjaga gedung. Ini tentang menjaga keseimbangan. Antara ketertiban dan kebebasan. Antara kesibukan dan ketenangan. Antara ruang belajar dan ruang hidup.

Pak Eko mungkin tidak banyak bicara di forum. Tapi setiap hari, ia dan timnya bicara dengan keadaan. Kalau ada sudut kampus yang rawan, ia tangani. Kalau ada potensi bahaya, ia cegah. Kalau ada yang rusak, ia benahi — seringkali sebelum kita sempat sadar bahwa ada yang salah.

Kerja beliau dan timnya itu seperti shalat malam. Tidak banyak disaksikan, tapi sangat menentukan.

Kata Cak Nun, rumah yang baik bukan yang paling mewah, tapi yang paling membuat orang merasa aman dan betah. Nah, kampus juga begitu. Dan Pak Eko menjaga itu seperti seorang bapak menjaga halaman rumah agar anak-anaknya bisa bermain dan belajar dengan tenang.

Apakah beliau sempurna? Tidak. Tapi beliau hadir. Dan kadang, kehadiran yang tulus itu lebih penting dari segala jenis rencana besar yang belum dijalankan.

Jadi, kalau hari ini kampus UMS terasa terawat, aman, dan bersih — jangan buru-buru berterima kasih pada nasib. Mungkin di baliknya ada Eko Liana dan segenap tim, yang terus bekerja diam-diam, karena cinta tak selalu butuh panggung. (ayn618)