Pada tanggal 24 April 2025, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memasuki babak baru dalam perjalanan akademiknya. Melalui proses seleksi yang ketat, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., terpilih sebagai rektor baru yang diharapkan membawa angin segar dalam upaya transformasi institusi pendidikan ini. Dengan latar belakang akademik yang mumpuni dan pengalaman kepemimpinan yang luas, Prof. Harun dihadapkan pada tantangan besar untuk membawa UMS menuju visi besar yang lebih global dan unggul secara kompetitif.
Rektor baru ini mengusung visi “Transformasi Progresif Berkesinambungan,” sebuah pendekatan yang mengintegrasikan inovasi pendidikan, riset, dan pengembangan dengan dinamika perubahan global. Visi tersebut tidak sekadar menjadi slogan, melainkan fondasi dari kebijakan strategis yang akan diterapkan untuk memperkuat eksistensi UMS di kancah pendidikan tinggi nasional maupun internasional. Dalam konteks ini, transformasi yang dimaksud lebih dari sekadar peningkatan fasilitas atau angka mahasiswa. Lebih jauh, ia mencakup penguatan kualitas pembelajaran, peningkatan daya saing riset, serta peningkatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan dunia industri dan sosial.
Prof. Harun menegaskan bahwa transformasi ini harus berlandaskan pada prinsip progresivitas dan keberlanjutan. Dalam pandangannya, perubahan yang dilakukan harus dapat bertahan dalam jangka panjang dan memberikan dampak positif yang nyata bagi semua pihak yang terlibat—mulai dari mahasiswa, dosen, hingga masyarakat luas. Penerapan prinsip ini membutuhkan kerjasama lintas sektor dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, dunia industri, dan mitra internasional.
Salah satu langkah konkret yang diusung dalam visi ini adalah memperkuat fakultas-fakultas dan program studi di UMS. Prof. Harun menyadari bahwa untuk mencapai keunggulan akademik, peningkatan kualitas dosen dan pengembangan program studi harus menjadi prioritas utama. Dalam jangka pendek, UMS akan fokus pada penguatan program doktoral yang sudah ada, sekaligus mengembangkan program-program pascasarjana baru yang relevan dengan kebutuhan pasar global. Keberadaan program doktoral yang lebih banyak diharapkan mampu meningkatkan kualitas riset dan publikasi ilmiah, yang akan memperkaya khazanah pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu.
Selain itu, pengembangan kurikulum yang berbasis pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mutakhir juga menjadi agenda penting. Kurikulum yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja akan mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan dinamika perkembangan zaman yang terus berubah.
Salah satu aspek yang juga menjadi perhatian utama dalam kepemimpinan Prof. Harun adalah internasionalisasi. Dalam pandangannya, UMS harus mampu meningkatkan daya saing global, baik melalui kerjasama riset internasional, pertukaran mahasiswa, maupun peningkatan jumlah mahasiswa internasional. Sebagai universitas dengan akreditasi baik, UMS harus mampu memanfaatkan jaringan global untuk membuka peluang baru dalam hal kolaborasi riset, pengajaran, dan pengembangan kurikulum yang berorientasi pada standar internasional.
Prof. Harun berencana untuk memperluas kemitraan dengan universitas terkemuka di dunia, serta mendorong mahasiswa UMS untuk mengikuti program mobilitas internasional yang memungkinkan mereka belajar di luar negeri. Dengan demikian, UMS tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga pusat pertukaran pengetahuan yang mampu memperkaya wawasan global mahasiswanya.
Tidak kalah penting dalam agenda transformasi ini adalah modernisasi infrastruktur dan pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan. Prof. Harun menilai bahwa kemajuan teknologi informasi dan komunikasi merupakan faktor kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan efektif. Oleh karena itu, investasi dalam teknologi pembelajaran dan pengembangan sistem informasi akademik yang lebih baik akan menjadi fokus utama di masa mendatang.
Digitalisasi dalam proses pembelajaran akan meningkatkan aksesibilitas pendidikan, memungkinkan interaksi antara mahasiswa dan dosen yang lebih fleksibel, serta mendukung proses belajar yang lebih interaktif. Di samping itu, penguatan riset berbasis teknologi juga akan diprioritaskan, mengingat pentingnya inovasi teknologi dalam mengatasi berbagai tantangan sosial dan ekonomi di masa depan.
Kepemimpinan Prof. Harun Joko Prayitno di Universitas Muhammadiyah Surakarta menandai titik penting dalam perjalanan institusi ini. Dengan visi Transformasi Progresif Berkesinambungan, beliau membawa UMS menuju era baru yang lebih kompetitif dan berdaya saing di kancah pendidikan tinggi global. Dengan fokus pada penguatan kualitas pendidikan, riset, dan internasionalisasi, serta pemanfaatan teknologi sebagai instrumen utama dalam pengajaran, UMS siap menghadapi tantangan masa depan.
Dalam perspektif yang lebih luas, transformasi ini tidak hanya akan berdampak pada UMS sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia yang dihasilkan oleh universitas ini. Sebagai lembaga pendidikan yang berbasis pada nilai-nilai Islam, UMS di bawah kepemimpinan Prof. Harun berkomitmen untuk tidak hanya mencetak profesional berkualitas, tetapi juga individu yang memiliki integritas dan kepedulian sosial yang tinggi, sesuai dengan tujuan luhur pendidikan tinggi di Indonesia. GODSPEED, Prof. Harun! Semoga selalu dalam ridha Allah. (ayn618)
