Standar Selalu Terasa
Tidak banyak orang membicarakan standar ketika semuanya berjalan dengan baik. Tidak ada yang masuk kelas kemudian berkata, “Pencahayaannya sesuai standar.” Tidak ada yang duduk di kursi lalu merasa perlu mengumumkan bahwa tinggi meja sudah tepat. Justru karena semuanya bekerja sebagaimana mestinya, standar menjadi hampir tidak terlihat.
Tetapi coba hilangkan satu per satu. Kursi tidak nyaman. Penerangan kurang. Tata ruang tidak mendukung. Fasilitas tidak berfungsi. Tiba-tiba sesuatu yang sebelumnya tidak pernah kita pikirkan menjadi persoalan. Di situlah kita memahami bahwa standar bukan dibuat untuk dipamerkan, melainkan untuk dirasakan melalui pengalaman sehari-hari.
Standar kelas pada akhirnya bukan sekadar angka atau daftar pemeriksaan. Ia adalah bentuk tanggung jawab terhadap orang yang akan menggunakan ruang tersebut. Mahasiswa tidak perlu tahu berapa banyak proses yang dilakukan untuk menyiapkan ruang. Dosen juga tidak perlu mengetahui siapa yang memperbaikinya. Yang penting adalah ketika mereka masuk, ruang tersebut siap digunakan. Pekerjaan yang baik kadang memang selesai ketika keberadaannya tidak lagi perlu dipikirkan.
