Mutu Tidak Terjadi Secara Kebetulan
Mutu sering terdengar seperti sesuatu yang besar dan rumit. Kita menemukannya dalam dokumen, indikator, evaluasi, standar, dan berbagai ukuran yang dibuat untuk memastikan sebuah pekerjaan berjalan dengan baik. Tetapi kalau dipikir lebih jauh, mutu sebenarnya dimulai dari sesuatu yang sederhana: keinginan untuk tidak mengerjakan sesuatu secara asal-asalan.
Kantor Lembaga Pengembangan Mutu Kuliah dan Layanan Bahasa menjadi salah satu tempat di mana proses tersebut berlangsung. Di balik meja, komputer, dokumen, dan berbagai pekerjaan administratif, ada orang-orang yang memikirkan bagaimana proses pendidikan dan layanan dapat terus diperbaiki. Pekerjaan seperti ini mungkin tidak selalu terlihat oleh mahasiswa, tetapi dampaknya dapat dirasakan melalui sistem yang semakin tertata.
Membangun atau memperbaiki sebuah kantor berarti menyediakan ruang agar pekerjaan tersebut dapat dilakukan dengan baik. Ruang yang nyaman tidak otomatis menciptakan mutu, tetapi ruang yang layak memberi manusia kesempatan untuk bekerja tanpa harus berperang dengan persoalan-persoalan yang seharusnya tidak perlu ada. Kadang kualitas sebuah sistem memang dimulai dari tempat yang sederhana.
Sebab pada akhirnya, mutu bukanlah sesuatu yang muncul ketika ada orang yang datang untuk menilai. Mutu dibentuk setiap hari, ketika tidak ada yang melihat, ketika seseorang tetap memilih melakukan pekerjaannya dengan benar. Dan ruang yang mendukung pekerjaan itu adalah bagian kecil dari perjalanan panjang menuju kualitas.
